Sabtu, 11 April 2015

SIKLUS AKUNTANSI PRUSH.JASA



By: Ilham Eka Padma
SIKLUS AKUNTANSI
A.                       Transaksi (transaction)
1.      pengertian transaksi
suatu kejadian dalam perusahaan yang menghendaki pencatatan secara kronologis, sistematis dan teratur yang menyebabkan perubahaan dalam jumlah harta,utang, dan modal perusahaan.
2.      Transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa
a.      Penerimaan setoran modal dari pemilik
b.      Pembelian peraatan dan perlengkapan secara tunai atau kredit
c.       Penerimaan piutang dari debitur
d.      Pembayaran utang kepada kreditur
e.      Pembayaran beban-beban
3.      Macam-macam transaksi keuangan
a.      Transaksi intern
Yaitu transaksi yang hanya terjadi dalam lingkungan perusahaan tanpa melibatkan pihak luar .
b.      Transaksi ekstern
Yaitu transaksi yang terjadi karena aktifitas perusahaan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan.

B.DOKUMEN TRANSAKSI (TRANSACTION DOCUMENT)
1. pengertian dokumen transaksi   
Adalah lembaran berharga yang mempunyai nilai yang dapat digunakan sebagai bukti suatu peristiwa atau kejadian yang dapat menimbulkan aksi dan reaksi.
2. ciri-ciri keabsahan transaksi
§  Keabsahan formal   : harus ada tanda tangan dari pihak terkait dan mempunyai kewenangan untuk melakukan transaksi.
§  Keabsahan materiil : perhitungan nilai uang dan penerapan metode serta perpajakan dilakukan dengan benar,sehingga hasilnya seperti yang seharusnya





3. identifikasi dokumen transaksi
§  Mengidentifikasi keabsahan fisik dokumen transaksi, artinya menentukan pihak mana yang mengeluarkan serta meneliti kebenaran identifikasi fisik dokumen transaksi yang bersangkutan.
§  Mengidentifikasi dan meneliti transaksi ,artinya menentukan transaksi apa dan apakah transaksi yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
§  Mengidentifikasi kebenaran hasil penghitungan nilai uang, yaitu meneliti penghitungan yang dilakukan dengan memperhatikan penerapan metode yang digunakan serta peraturan perpajakan yang berlaku.
§  Mengidentifikasi pengaruh terjadi transaksi yang bersangkutan terhadap aktiva, kewajiban, dan ekuitas perusahaan.
§  Untuk kepentingan pencatatan, menentukan akun yang harus didebit dan dikredit akibat pengaruh transaksi.
4. penyimpanan dokumen transaksi
            Penyediaan tempat khusus dan penatan dokumen transaksi sebagai file (arsip). Pada dasrnyabertujuan untuk mengamankan file fisik dan memudahkan penelusuran jika diperlukan. Misalnya bukti transaksi yang sudah diarsipkan dengan pengelompokan sebagai berikut :
·         Kelompok dokumen kredit, untuk arsip faktur penjualan.
·         Kelompo pembelian kredit, untuk arsip faktur pembelian.
·         Kelompok penerimaan kas, untuk arsip buti transaksi penerimaan uang (kas).
·         Kelompok pengeluaran kas, untuk arsip bukti transaksi penerimaan kas.
·         Kelompok memorial, untuk arsip bukti transaksi yang lainnya (transaksi intern).
5. macam-macam dokumen transaksi
·         Dokumen transaksi intern
Dokumen dikeluarkan oleh pihak perusahaan itu sendiri. Contoh : bukti kas masuk, bukti kas keluar, memo, dll.
·         Dokumen transaksi ektern
Dokumen dikeluarkan oleh pihak luar perusahaan. Contoh : faktur, nota debit, nota kredit, nota kontan, dll.
6. analisa dokumen transaksi
            Sebelum bukti pencatatan dicatat di jurnal, terlebih dahulu bukti tersebut di analisis pengaruhnya terhadap harta,utang, atau modal.


7. cara men-debit dan men-kredit akun
            Harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
Sisi kiri suatu akun disebut DEBIT, sedangkan sisi kanan disebut KREDIT.
Debit tidak hanya bertambah tetapi juga berkurang. Demikn dengan kredit,tidak hanya berkurang tetapi juga bisa bertambah tergantung akun apa yang berpengaruh.
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut :
AKUN
BERTAMBAH
BERKURANG
Harta
debit
Kredit
Utang
kredit
Debit
Modal
kredit
Debit
Pendapatan
kredit
Debit
Beban
debit
Kredit

C. JURNAL  (JOURNAL)
1.      PENGERTIAN JURNAL
Jurnal adalah sebuah buku/daftar yang merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama yang digunakan untuk mengcatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di debit dan akun yang dikredit. Jurnal dapat disebut sebagai book of original entry.
2.      fungsi jurnal
1.   Fungsi mencatat artinya jurnal di gunakan untuk mencatat setiap terhadinya transaksi  keuangan,baik yamg bersifat transaksi internal maupun transaksi eksternal.
2.   Fungsi historis artinya jurnal digunakan untuk mencatat transaksi keuangan sesuai  dengan urutan kejadian (kronologis) atau secara  urut menurut tanggal terjadinya transaksi.
3.   Fungsi  Analisis artinya jurnal merupakan hasil analisis dari petugas akuntansi, baik yang akan dicatat ke sebelah debit maupun ke yang akan dicatat ke sebelah kredit.
4.   Fungsi Instruktif,artinya jurnal bersifat memerintah untuk melakukan pencatatan akuntansi berikutnya atau posting ke buku besar.
5.   Fungsi Informatif,artinya jurnal dapat memberikan keterangan secara jelas dimana dalam jurnal terdapat keterangan atas pencatatan suatu transaksi.
3.      macam-macam jurnal
a.      jurnal umum (general journal) : jurnal digunakan pada perusahaan mencatat semua transaksi pada periode tertentu.
b.      Jurnal khusus : jurnal digunakan untuk mencatat transaksi sejenis dan sering terjadi. Macam-macam jurnal khusus :
·         Jurnal pembelian/JB (purchases journal) : sebagai tempat pencatatan transaksi pembelian barang yang dilakukan kredit.
·         Jurnal penjualan/JJ (sales journal) : sebagai tempat pencatatan transaksi penjualan barang/jasa secar kredit.
·         Jurnal penerimaan kas/JKM (cash receipts journal) : tempat pencatatan transaksi penerimaan kas dari manapun.
·         Jurnal pengeluaran kas/JKK (cash payment journal) : tempat pencatatan transaksi penegleuaran kas.
·         Journal umum (general journal) : tempat pencatatan transaksi tidak dapat di catat dalam buku jurnal khusus.
4.      Perbedaan jurnal umum dengan jurnal khusus
Jurnal umum
Jurnal khusus
Terdiri atas kolom tanggal, keterangan, ref, jumlah debit dan kredit.
Bentuknya sesuaikan dengan kolom-kolom yang dibutuhkan pada kelompok transaksi yang sejenis.
Pencatatan semua transaksi di catat ke dalam jurnal umum secara kronologis.
Pencatatan transaksi yang sejenis kedalam jurnal khusus tertentu.
Pemindahan bukuan ke dalam dilakukan setiap terjadi transaksi.
Pemindahan bukuan kedalam buku besar dilakukan secara periodik . biasanya akhir periode.
Pengguanaan jurnal umum pada perusahaan dagang dan jasa yang kecil dan transaksinya tidak begitu banyak.
Penggunaan pada perusahaan besar yang transaksinya sejenis dan sering terjadi.

5.      bentuk jurnal
a.      jurnal umum
"KOP"
TANGGAL
KETERANGAN
REF
DEBIT
KREDIT
(TAHUN)




(BULAN)
(TANGGAL)




(BULAN)
(TANGGAL)






b.      jurnal khusus
·         JB
"KOP"
TANGGAL
NO.BUKTI
NAMA KREDITOR
REF
DEBIT
KREDIT
PERLENGKAPAN SERVICE
SERBA-SERBI
UTANG USH
AKUN
REF
JUMLAH
(TAHUN)








(BULAN)
(TGL)








(BULAN)
(TGL)








(BULAN)
(TGL)








(BULAN)
(TGL)








(BULAN)
(TGL)









·         JPJ


"KOP"
















TANGGAL
NO.FAKTUR
REF
DEBIT
KREDIT
PIUTANG USAHA
PENJUALAN JASA
PPN
PENJUALAN
(TAHUN)






(BULAN)
(TGL)






(BULAN)
(TGL)






(BULAN)
(TGL)






(BULAN)
(TGL)







·         JKM
"KOP"
TANGGAL
NO.BUKTI
KETERANGAN
REF
DEBIT
KREDIT
KAS
PENJUALAN JASA
PIUTANG USAHA
SERBA-SERBI
AKUN
REF
JUMLAH
(TAHUN)









(BULAN)
(TANGGAL)









(BULAN)
(TANGGAL)









(BULAN)
(TANGGAL)









(BULAN)
(TANGGAL)









(BULAN)
(TANGGAL)










·         JKK
"KOP"
TANGGAL
NO.BUKTI
KETERANGAN
REF
DEBIT
KREDIT
PERLENGKAPAN SERVICE
UTANG USAHA
SERBA-SERBI
KAS
AKUN
REF
JUMLAH
(TAHUN)









(BULAN)
(TANGGAL)









(BULAN)
(TANGGAL)











D. BUKU BESAR (LEDGER)
1. pengertian buku besar
 kumpulan akun-akun yang disusun sedemikian rupa sehingga ketika diperlukan akan mudah ditemukan.
2. macam-macam akun buku besar
Ada 2 yaitu: akun riil dan akun nominal
a)      Akun Riil (Real account) adalah akun yang saldonya akan berlanjut dari satu periode ke periode berikutnya dan pelaporannya berbentuk neraca. Jenis akun Riil antara lain:
1)      Harta
2)      Utang
3)      Modal
b)      Akun Nominal (Nominal Account) adalah akun yang saldonya akan berakhir dalam satu periode dan pelaporannya berbentuk laporan laba rugi.
Jenis akun nominal antara lain:
1)      Pendapatan
2)      Beban

3. Fungsi buku besar
Fungsi buku besar antara lain:
1)      Untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam jurnal.
2)      Sebagai wadah untuk menggolongkan data keuangan, dan untuk mengetahui jumlah atau keadaan rekening yang telah terjadi.
3)      Sebagai dasar penggolongan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal.
4)      Sebagai data dan sumber informasi untuk menyusun laporan keuangan.
4. Bentuk buku besar
Bentuk buku besar ada 4 yaitu:
a)      Bentuk T (sederhana)

"KOP"
D
K






























b)      Bentuk skontro (regular ledger)
Buku besar dengan bentuk skontro adalah buku besar dengan bentuk sebelah menyebelah.



"KOP"
TANGGAL
KETERANGAN
REF
DEBIT
TANGGAL
KETERANGAN
REF
KREDIT
(tahun)



(tahun)



(bulan)
(tanggal)



(bulan)
(tanggal)



(bulan)
(tanggal)



(bulan)
(tanggal)




c)      Bentuk saldo tunggal (Single Balance Ledger)
"KOP"
TANGGAL
KETERANGAN
REF
DEBIT
KREDIT
SALDO
(tahun)





(bulan)
(tanggal)





(bulan)
(tanggal)






d)      Bentuk saldo rangkap (Double Balance Ledger)

"KOP"
TANGGAL
KETERANGAN
REF
DEBIT
KREDIT
SALDO
DEBIT
KREDIT
(tahun)






(bulan)
(tanggal)






(bulan)
(tanggal)







5. Macam-macam buku besar
Ada 2 yaitu:
a)      Buku Besar Utama
Kumpulan akun-akun yang disusun sedemikian rupa sehingga ketika diperlukan akan mudah ditemukan.
b)      Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger)
Kumpulan akun-akun yang memberikan rincian kepada akun buku besar 
6.      Fungsi buku besar pembantu : memberikan rincian kepada akun buku besar.
Macam-macam buku besar pembantu:
a)      Buku Besar Pembantu Piutang (Accounts Receivable Subsidiary Ledge)
Buku ini berfungsi untuk mencatat perincian piutang perusahaan kepada masing-masing langganannya (debitur)
b)      Buku Besar Pembantu Utang (Accounts Payable Subsidiary Ledger)
Buku ini berfungsi untuk mencatat perincian utang perusahaan kepada masing-masing kreditur.
7.      Posting ke Buku Besar
A)     Pengertian
 pemindahan angka-angka dari jurnal ke buku besar (memindahkan angka-angka dalam kolom debet dan kredit jurnal ke 6akun buku besar)
B)     Langkah- langkah posting:
1)      Posting dari jurnal umum:
a)      Catat tanggal akun buku besar sesui jurnal
b)      Catat angka jumlah debet jurnal ke debet akun buku besar dan catat angka jumlah kredit jurnal ke kredit akun buku besar.
c)      Catat nomor kode akun yang bersangkutan ke kolom referensi jurnal.
2)      Posting dari jurnal khusus:
1.      Jumlah angka pada setiap kolom untuk masing-masing akun dan angka pada kolom serba serbi.
2.      Masukkan angka jumlah akun dalam jurnal khusus debet ke akun buku besar debet dan angka jumlah kredit ke akun buku besar kredit pada akhir bulan.
3.      Untuk akun dalam kolom akun serba serbi yang diposting bukanlah angka jumlah tetapi angka-angka akun.
4.      Untuk akun dalam kolom serba-serbi, berikan tanda centang dibawah angka jumlah yang telah di posting.    
E. Neraca saldo ( trial balance )
1.      Pengertian neraca saldo
Neraca saldo adalah suatu daftar terdiri dari debit dan kredit tempat mencatat secara sistematis saldo setiap akun buku besar.
2.    fungsi neraca saldo
a. Menguji keseimbagan matematis antara sisi debet dan kredit
b. Mempermudah penyusunan laporan keuangan
        3. Langkah-langkah menyusun neraca saldo
1. Menghitung saldo dari buku besar berbentuk skontro
a. Jika ada dua sisi terisi semua ,maka saldonya merupakan selisih antara jumlah debit dan kredit
Untuk saldo debit ,letakkan selisih saldonya di kolom kredit sedangkan saldo kredit ,letakkan selisih saldonya dikolom debit
b. Jika hanya satu sisi saja yang terisi ,maka saldonya adalah jumlah itu sendiri
2. Menghitung saldo dari buku besar berbentuk stafel
a. Bentuk tiga kolom
Bentuk ini adalah angka yang tampak terakhir dan merupakan selisih antara jumlah debit dan kredit . Kemudian letakkan saldo dikolom debit/kredit
b. Bentuk empat kolom
Saldonya merupakan angka yang tampak terakhir pada kolom saldo debit/kredit
BENTUK NERACA SALDO
"KOP"
NO.AKUN
NAMA AKUN
DEBIT
KREDIT









JURNAL PENYESUAIAN (ADJUSTMENT JOURNAL)
1.      Pengertian
Jurnal penyesuaian adalah penyesuaian tentang catatan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian akhir periode.
2.      Akun-akun yang memerlukan penyesuaian
a.      Pemakaian perlengkapan
b.      Beban dibayar di muka
c.       Pendapatan diterima di muka (utang pendapatan)
d.      Pendapatan masih harus dibayar (piutang pendapatan)
e.      Beban masih harus dibayar(utang beban)
f.        Penghapusan piutang
g.      Penyusutan aktiva tetap
3.      Tujuan
a.      Agar setiap perkiraan riil, khususnya perkiraan harta dan utang pada akhir periode menunjukkan jumlah sebenarnya.
b.      Agar setiap perkiraan nominal, yaitu perkiraan pendapatan dan beban pada akhir periode menunjukkan besarnya pendapatan dan beban yang harus diakui.
Pada tahap pengakuan pendapatan dan beban, dikenal dua sistem pencatatan akuntansi yaitu :
1.      Sistem pencatatan berdasarkan waktu (accrual basic), adalah pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi transaksi, walaupun belum diterima atau dibayar secara tunai.
2.      Sistem pencatatan berdasarkan tunai (cash basic), adalah pendapatan dan beban diakui pada saat diterimanya pendapatan atau dibayarnya beban secara tunai.
Neraca lajur (worksheet)
1.      Pengertian
Neraca saldo adalah suatu daftar berkolom-kolom ( berlajur-lajur ) yang direncanakan sceara sistematis untuk menhimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan.
2.      Tujuan
a.      Memudahkan menyusun lapooran keuangan.
b.      Menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan semua data. Penyesuaian yang disiapkan untuk keperluan penyusunan laporan keuangan yang formal.
c.       Memudahkan untuk menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan membuat jurnal penyesuaian.
3.      Langkah-langkah penyesuaian neraca lajur.
a.      Menyiapkan sarana yang diperlukan dalam penyusunan neraca lajur.
1)      Lembar kertas (neraca lajur) yang telah diberi berbagai kolom.
2)      Neraca saldo yang seimbang,
3)      Data penyesuaian.
b.      Pada bagian atas lembar kertas kerja (neraca lajur), ditulis judul yang terdiri dari nama perusahaan, neraca lajur, dan tanggal penyusunan.
c.       Ditulis nomor dan nama akun sesuai buku besar yang ada.
d.      Masukan saldo akun buku besar kedalam kolom neraca saldo, jumlah debet harus sama dengan jumlah kredit.
e.      Masukan jurnal penyesuaian ke kolom penyesuaian, jumlah debet harus sama dengan kredit.
f.        Menisci kolom neraca saldo setelah penyesuaian dengan cara sebagai berikut:
1)      Jika kolom neraca sado terisi dan kolom penyesuaian tidak terisi, maka angka neraca saldo setelah penyesuaian berasal dari angka kolom neraca saldo.
2)      Jika kolom neraca saldo tidak terisi dan kolom penyesuaian terisi, maka angka neraca saldo setelah penyesuaian bersal dari angka kolom penyesuaian.
3)      Jika kolom neraca slado dan kolom penyesuaian terisi, maka:
·         Jika angka pada neraca saldo di kolom debet dan angka penyesuaian di kolom debet, maka angka pada neraca saldo setelah penyesuaian merupakan penjumlahan dari angka-angka tersebut dan diletakan di kolom debet.
·         Jika angka pada neraca saldo di kolom debet dan angka penyesuaian di kolom kredit, maka angka pada neraca saldo setelah penyesuaian merupakan selisih dari angka-angka tersebut dan diletakan di kolom debet.
·         Jika angka neraca saldo di kolom kredit dan angka padsa penyesuaian di kolom kredit, maka angka neraca saldo setelah penyesuaian merupakan penjumlahan dari angka-angka tersebut dan diletakkan di kolom kredit.
·         Jika angka neraca saldo di kolom kredit dan angka penyesuaian di kolom debet, maka angka neraca saldo setelah penyesuaian merupakan selisih dari angka-angka tersebut dan diletakan di kolom kredit.
4)      Memindahkan angka pada kolom neraca saldo setelah penyesuaian ke kolom laba rugi dan neraca dengan cara:
·         Untuk akun nominal, yaitu beban dan penghasilan, dipindahkan ke kolom laba rugi.
·         Untuk akun riil, yaitu harta, utang dan modal (termasuk akun prive dan akumulasi penyusutan), dipindahkan ke kolom neraca.
5)      Menjumlahkan kolom-kolom laba rugi kemudian menuliskan selisih pada jumlah yang lebih kecil sehingga jumlah debet sama dengan kredit.
·         Jika debet lebih besar dari kredit, selisih tersebut adalah rugi bersih, dan diletakan di kolom kredit.
·         Jika debet lebih kecil dari kredit, selisih tersebut adalah laba bersih, dan diletakan di kolom debet.
6)      Memindahkan laba atau rugi ke neraca.
·         Jika laba (angka terakhir di kolom debet), dipindahkan ke neraca di kolom kredit.
·         Jika  rugi (angka terakhir di kolom kredit), dipindahkan ke neraca di kolom debet.
7)      Menjumlahkan kolom neraca. Jumlah debet harus sama dengan jumlah kredit, kemudian diberi garis dua (menutup).
LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan terdiri dari:
Ø  laporan Laba/rugi (income statement)
Ø  laporan perubahan modal (own’s capital statement)
Ø  laporan neraca (balance sheet)
Ø  laporan arus kas (cash flow statement)

*      Bentuk Lap.L/R
“KOP”
©      Pendapatan                             xxxx
                                                             xxxx
©      Beban                                      xxxx
                                                            (xxxx)
                                                             Xxxx
*      Bentuk lap.perubahan modal
“KOP”
                                    Modal awal                 xxxx
                                    Laba                            xxxx
                                    Prive                            (xxxx)
                                    Investasi                      xxxx
                                    Modal akhir                xxxx
*      bentuk lap.neraca
“KOP”
     aktiva                                                                        Pasiva
     aktiva lancar                                                   Utang              xxxx
     ...............         xxx                                           Modal              xxxx
     ...............         xxx                                           Prive                xxxx
                                    Total a.lancar              Xxxx                             Laba                xxxx
                                    Aktiva tetap                                                     total pasiva                 xxxx
                                    ..............          xxx
                                    ..............          xxx
                                    Total a.tetap               xxxx
                                    Total aktiva                 xxxx
*      Bentuk lap. Arus kas
“KOP”
                        Arus kas dari keg.operasional
                                    Pendapatan     xxxx
                                    Beban              (xxxx)
                                                                                                            Xxxx
                        Arus kas dari keg.investasi
                                    Beli peralatan                                     xxxx
                                    Beli perlengkapan                               xxxx
                                    Beli gedung                                         xxxx
                                    Bayar utang,sewa dbyr dmka,DLL      xxxx
                                                                                                            (Xxxx)
                        Arus kas dari keg.pendanaan
                                    Modal              xxxx
                                    Prive                (xxxx)
                                                                                                            Xxxx
                        Arus kas akhir periode                                              xxxx
JURNAL PENUTUP
Jurnal Penutup : jurnal yang dibuat untuk memindahkan rekening yang sifatnya sementara.
Fungsinya            :
1.             Agar dapat memisahkan antara pendapatan dan biaya periode sekarang dengan periode yang akan datang.
2.             Agar rekening modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode akuntansi
3.             Agar buku besar telah seimbang sebelum memulai kembali pencatatan pada periode berikutnya.

Jurnal Penutup                 Perkiraan pembersih (clearing account)
karena  pada akhir proses penutupan, saldo-saldo perkiraan  yang dibuat                             Jurnal Penutupnya akan kembali menjadi nol (0)
Jurnal penutup dibuat apabila proses pembukuan dilakukan secara manual !
Ayat Jurnal Penutup :
a.       Penutupan Perkiraan Pendapatan
b.      Penutupan Perkiraan Biaya atau Beban
c.       Penutupan Perkiraan Ikhtisar L/R
d.      Penutupan Perkiraan Prive

a)      Menutup Perkiraan Pendapatan
                                Pendapatan                       xxx
                                                Ikhtisar L/R                         xxx
b)      Menutup Perkiraan Biaya
                                Ikhtisar L/R                         xxx
                                                Biaya A                 xxx
                                                Biaya B                  xxx
                                                   dsb
c)       Menutup Perkiraan Ikhtisar L/R
                                Ikhtisar L/R                         xxx                                         LABA
                                                Modal                   xxx

                                Modal                   xxx                                         RUGI
                                                Ikhtisar L/R                         xxx
d)      Menutup Perkiraan Prive
                                Modal                   xxx
                                                Prive                                      xxx
JURNAL PEMBALIK (REVERSING ENTRIES)
Setelah berakhirnya satu periode akuntansi, maka langkah awal memasuki periode akuntansi berikutnya adalah membuat ayat jurnal pembalik. Jurnal pembalik pada hakekatnya adalah jurnal untuk membalikan ayat jurnal penyesuaian, namun tidak semua ayat jurnal penyesuaian harus dibalikan. Disamping itu pembuatan ayat jurnal pembalik ini bukan suatu keharusan tergantung sistem pencatatan akuntansi perusahaan dalam hal pengakuan harta atau beban dan utang atau pendapatan. Sekali perusahaan menggunakan pendekatan beban dan pendapatan maka perusahaan harus konsisten (tidak bolah berubah-ubah) harus tetap dipertahankan.
Dasar penyusunan ayat jurnal pembalik adalah dari jurnal penyesuaian, indikator suatu ayat jurnal penyesuaian memerlukan jurnal pembalik adalah jika suatu ayat jurnal penyesuaian memunculkan akun riil yang baru (belum muncul di neraca saldonya)
Peristiwa-peristiwa secara kronologis yang memerlukan ayat jurnal pembalik adalah sebagai berikut :
1. Pencatatan dengan pendekatan pengakuan beban dan pendapatan
a. Pembayaran beban yang dibayar dimuka diakui sebagai beban, contoh pembayaran sewa untuk masa yang akan datang tetapi dibayar di awal masa sewa, perusahaan mencatat sebagai Beban Sewa.
Jurnal Umumnya :
Pada akhir periode akan muncul jurnal penyesuaian untuk mengkoreksi pengakuan beban sewa di atas, yaitu :
Dari awal transaksi pembayaran sewa diakui sebagai beban sewa (terlihat di jurnal umumnya) maka dalam neraca saldo yang muncul juga akun beban sewa, sehingga akun sewa dibayar dimuka (golongan akun harta) dalam jurnal penyesuian adalah akun riil yang baru. Oleh karena itu jurnal penyesuian ini memerlukan jurnal pembalik, yaitu :

b. Penerimaan pendapatan yang diterima dimuka diakui sebagai pendapatan, contoh pendapatan sewa untuk masa yang akan datang tetapi diterima pembayarannya di awal masa sewa, perusahaan mencatat sebagai Pendapatan Sewa.
Jurnal Umumnya :


Pada akhir periode akan muncul jurnal penyesuaian untuk mengkoreksi pengakuan pendapatan sewa di atas, yaitu :

Dari awal transaksi pendapatan sewa diakui sebagai pendapatan sewa (terlihat di jurnal umumnya) maka dalam neraca saldo yang muncul juga akun pendapatan sewa, sehingga akun pendapatan sewa diterima dimuka (golongan akun utang) dalam jurnal penyesuian adalah akun riil yang baru. Oleh karena itu jurnal penyesuian ini memerlukan jurnal pembalik, yaitu :

2. Pengakuan terhadap pendapatan yang masih harus diterima (piutang pendapatan ....) dan beban yang masih harus dibayar (utang beban .....).
a. Jika pada akhir periode akuntansi diakui pendapatan bunga dari bank yang masih harus diterima maka akan terlihat dalam jurnal penyesuaiannya yaitu :

Piutang bunga dalam jurnal penyesuaian di atas tidak akan nampak pada neraca saldonya sehingga akun piutang bunga tergolong akun riil yang baru yang memerlukan ayat jurnal pembalik yaitu :
b. Jika pada akhir periode akuntansi diakui terdapat beban gaji yang masih yang masih harus dibayar (Utang gaji) maka akan terlihat dalam jurnal penyesuaiannya yaitu :
Utang Gaji dalam jurnal penyesuaian di atas tidak akan nampak pada neraca saldonya sehingga akun Utang Gaji tergolong akun riil yang baru yang memerlukan ayat jurnal pembalik yaitu :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar